Tampilkan postingan dengan label Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanah. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2020

Likuifaksi (Pencairan Tanah) : Penyebab – Pengaruh – Proses

likuifaksiSekarang ini musibah terjadi di beberapa tempat di Indonesia dalam waktu yang berdekatan. Tentu mengakibatkan pertanyaan di penduduk bagaimana cara menghindari dan apa penyebab adanya bencana alam yang berdekatan di beberapa area ini. Mungkin sebelum memasuki pembahasan apakah anda tahu bahwa Indonesia berada di “ring of fire ?”


Indonesia terletak di sebuah lingkaran atau cincin api yang ada di dunia, hal ini menyebabkan alasan yang masuk nalar mengapa Indonesia mengalami petaka mirip tragedi tsunami, gempa, kebakaran dan gunung merapi. Cincin api ini merupakan bulat aktif bumi yang mampu bergerak sesuai dengan kondisi pada inti bumi. Selain Indonesia yang mengalami gempa dan juga petaka mirip ini adalah negara Jepang dan juga Hawai.


Berbicara soal gempa dan juga tsunami, bahu-membahu kalau ditinjau dari Geografisnya anda mampu menyaksikan banyak karena dan jenis dari gempa dan tsunami. Masing-masing kejadian bisa sebab argumentasi yang berbeda-beda. Contohnya saja gempa, bisa disebabkan oleh gunung berapi yang meletus, lempengan yang bergeser dan lainnya. Selain itu kejadian juga bisa terjadi di dua kawasan yaitu di daratan dan juga di dalam maritim atau di dasar bumi.


Salah satunya yang terjadi di Palu dan Donggala kemarin. Selain tsunami yang merusak berbagai rumah warga, anda pasti tahu bahwa kota ini dilanda Gempat dengan kekuatan cukup besar ialah 7.5 SR, dimana kekuatan ini bisa menghancurkan satu gedung dengan bangunan yang yang dibuat dari beton.


Setelah diperiksa, penyebab khususnya disebut selaku Likuifaksi. Apa itu ? Likuifaksi atau pencairan tanah merupakan fenomena dimana tanah menjadi bosan sehingga kehilangan kekakuan serta kekuatan karena adanya tegangan, misalnya gempa bumi ataupun perubahan lain secara secara tiba-tiba dan mengakibatkan sifat tanah yang padat bermetamorfosis cairan atau air berat.


Karena tanah bermetamorfosis cairan maka paling riskan yakni kawasan yang mempunyai tipe tanah berpasir, alasannya adalah pasir condong mempunyai pori atau rongga dan mudah untuk terkena tarikan. Hilangnya struktur tanah akhir kehilangan kekuatan atau kesanggupan untuk memindahkan tegangan geser inilah yang disebut selaku pencairan.


Setelah mengenali pengertiannya, masuk kedalam efek yang mau terjadi jika sebuah area terkena pencairan tanah atau likuifaksi, ada beberapa imbas yang akan dirasakan diantaranya yaitu :



  • Tanah bergeser, utamanya rumah dan bangunan yang ada diatasnya akan roboh atau ikut bergeser

  • Permukaan tanah menjadi turun dan menciptakan perbedaan permukaan (jadinya area tersebut akan mirip bukit ada yang turun dan naik permukaannya)

  • Material diatas tanah mampu hanyut semua


Jika memperhatikan proses terjadinya Likuifaksi bahu-membahu mudah, namun permasalahan khususnya ialah likuifaksi ini tidak mampu dideteksi dahulu berlawanan dengan tsunami yang bisa dideteksi menggunakan alat. Likuifaksi sangat bergantung pada getaran dan juga gempa, sehingga anda tidak bisa menganggap bahwa gempa tersebut bisa mengakibatkan pencairan tanah atau tidak.


Namun hal jelasnya bahwa fenomena gempa bumi yang terjadi di zona dengan tanah yang mengandung air tinggi sangat rawan untuk terjadi likuifaksi. Biasanya fenomena ini terjadi untuk tanah yang akrab dengan maritim atau pantai. Bisa juga terjadi gempa di area yang kaya akan air dan juga tanahnya berpasir. Maka likuifaksi mampu terjadi begitu saja.


Menurut Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa Likuifaksi terbagi menjadi dua jenis, ialah semburan air yang ada dari dalam tanah keluar menyembur layaknya air mancur dan merusak struktur tanah sekaligus. Bisa juga insiden lapisan pasir yang terbawa gempa sangat berpengaruh sehingga air yang ada terperas dan mengalir menjinjing lapisan tanah. Kejadian ini juga sama halnya dengan likuifaksi pertama, sama-sama akan menghanyutkan tanah.


Berbicara soal bahaya semua musibah dan fenomena alam pasti membahayakan, apalagi yang bersifat merusak dan terjadi secara besar-besaran layaknya likuifaksi yang terjadi di Palu. Tentu bukan hal yang aneh bila semua bangunan dan benda yang terkena likuifaksi hanyut dan tidak bersisa, bahkan menelan korban jiwa.


Untuk itu Likuifaksi memang sangat bahaya, alasannya adalah sifatnya seperti banjir ditambah dengan kandungan tanah. Jika ada yang terhanyut maka akan sulit menyelamatkan diri alasannya adalah bukan di air jernih atau air biasa. Namun bersama-sama dengan struktur tanah dan bangunan lainnya yang ikut hanyut.


Bagaimana mengangani likuifaksi ? sebenarnya fenomena ini tidak bsia ditangani, BMKG sendiri cuma mampu memberi peringatan akan bahaya tsunami atau tidak sesudah gempa atau likuifaksi. Anda mampu merapikan dan kembali menata area yang terkena pencairan tanah bila gempa sudah benar-benar final dan juga pergerakan tanah sudah tidak ada kembali.


Selain itu, anda harus menanti tanah kembali untuk solid bila ingin membangun bangunan di area bekas terkena likuifaksi. Namun hal ini akan memakan waktu tahunan, supaya tanah bisa kembali besar lengan berkuasa dan solid lagi.



Sumber ty.com

Selasa, 01 Desember 2020

5 Jenis Air Tanah Yang Bermanfaat Di Bumi

Air tanah ialah salah satu sumber daya alam yang ada di Bumi dan mampu kita manfaatkan untuk memenuhi keperluan sehari- hari. Namun tahukah Anda bahwa air tanah pun mempunyai berbagai jenis. Beberapa jenis air tanah antara lain selaku berikut:



  1. Air Konat


Jenis air tanah yang pertama yakni air konat. Air konat yakni jenis air yang mengalami proses mineralisasi terbaik diantara jenis air tanah yang lainnya. Air konat juga dikenal selaku air purba atau air tersingkap alasannya air ini terjebak diantara batuan dalam kurun waktu yang sangat lama, hingga mencapai berjuta- juta tahun lamanya. Air konat mempunyai ciri khas yaitu mempunyai kandungan garam yang sangat tinggi bahkan melebihi kadar garam air laut. Air ini akan menjadi air yang mengalami proses mineralisasi tersempurna apabila air ini terjebak diantara batuan sedimen yang terletak di sekitar gunung berapi. Oleh alasannya adalah kadar garam yang dimiliki oleh air konat ini melampaui air maritim, maka air ini tidak untuk disantap manusia.



  1. Air Tanah Vados


Jenis air tanah yang kedua yakni air tanah vados. Air tanah vados juga diketahui sebagai air tanah meteorit atau air tanah bau tanah. Air tanah ini akan terbentuk lewat proses yang unik dan langka, sehingga keberadaan air tanah yang satu ini mampu dibilang langka. Sama mirip namanya, ialah air tanah meteorit, proses terbentuknya air ini tidak jauh- jauh dari yang namanya meteorit. Air tanah vados ini terbentuk selaku hasil dari presipitasi atau hujan yang di dalam prosesnya di atmosfer mengalami kondensasi serta percampuran debu meteor yang menabrak lapisan atmosfer yang habis terbakar di lapisan tersebut. Oleh alasannya proses terbentuknya yang demikian maka air tanah ini mengandung komponen bubuk meteor. Seperti tritium serta kimia air berat (H3). Karena air vados ini termasuk air yang langka, maka faedah air tanah vados belum terlalu optimal untuk manusia.



  1. Air Tanah Artesis


Jenis air tanah selanjutnya yakni air tanah artesis. Barangkali air tanah artesis inilah yang paling dekat dengan kita. Hal ini alasannya adalah lokasi eksistensi air tanah artesis ini. Kaprikornus, air tanah artesis merupakan air tanah yang keberadaannya di lapisan kedap air pertama dan paling dekat dengan lapisan permukaan tanah. Ciri-ciri air tanah Artesis adalah jikalau diukur, air tanah ini lazimberada di kedalaman antara 80 sampai 300 meter dari permukaan tanah. Air tanah artesis disebut juga dengan air tanah dalam. Oleh sebab letaknya yang demikian, maka air ini mempunyai kemungkinan apabila diambil dengan alat pompa khusus dengan kapasitas besar. Bahkan mampu saja air tersebut akan keluar dengan sendirinya jika tekanan air tersebut juga besar sehingga cukup untuk membentuk suatu sumur artesis.


Air artesis ialah air yang sangat bagus untuk disantap oleh manusia. Oleh sebab itulah air ini bisa eksklusif kita minum tanpa memasaknya apalagi dulu. Hal ini karena air ini telah mengalami proses penyaringan alami yang sempurna sehingga bebas dari bakteri jahat. Selain itu faedah dari air ini yang lain yaitu sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kekeringan. Hal ini alasannya debit air artesis ini terbilang stabil sehingga cocok dipakai untuk mengatasi kekeringan di animo kemarau. Namun, tidak dapat disangkal juga sebenarnya untuk membangun sumur artesis harus dengan biaya yang besar.



  1. Air Tanah Juvenil


Air tanah yang mungkin langka atau gila di telinga kita yakni air tanah juvenil. Air tanah juvenil ialah air tanah yang tidak terlepas dari gunung berapi. Pasalnya, air tanah juvenil ini terbentuk sebagai hasil dari proses intrusi magma di kedalaman tertentu. oleh alasannya adalah terbentuk dari proses kimiawi yang demikian maka air ini juga dikenal dengan istilah air tanah magma. Air tanah juvenil ini umumnya digolongkan selaku jenis- jenis air tanah berdasarkan letaknya.


Oleh alasannya adalah letaknya di sekeliling gunung berapi, tidak menutup kemungkinan bahwa air ini mengandung kandungan belerang yang tinggi apabila dalam prosesnya menuju permukaan bumi melewati struktur batuan sulfur. Namun apabila saat menuju permukaan tanah tidak menembus struktur lapisan sulfur maka air tanah ini tidak mengandung sulfur. Apabila tekanan air juvenil ini tinggi, maka ketika hingga ke permukaan bumi air ini membentuk air panas atau geyser. Geyser juga tidak akan terbentuk kalau tekanan air juvenil di dalam tanah tidaklah tinggi. Air ini bila telah sampai ke permukaan dan mengandung belerang maka dipakai selaku terapi untuk menyembuhkan aneka macam penyakit, utamanya penyakit kulit.



  1. Air Tanah Freatik


Ada air tanah yang lebih dekat dari air tanah artesis yang sudah kita jelaskan diatas. Ialah air tanah freatik. Air ini adalah yang paling akrab dengan manusia dan paling kerap timbul kalau kita menciptakan sumur. Air tanah freatik yakni air tanah yang berasal dari lapisan dangkal dan tidak jauh dari permukaan tanah. Secara letaknya, air inilah yang paling gampang kita peroleh, alasannya adalah bisa keluar di kedalaman 9 sampai 15 meter. Air ini mempunyai ciri- ciri berwarna bening dan terlihat higienis. Namun air ini juga ialah air yang mudah tercemar karena letaknya yang dangkal.


Oleh alasannya adalah itu, kalau terkena pencemaran air tanah maka air ini akan mengandung banyak sekali zat kimia atau zat yang lain (tergantung bahan pencemarnya) yang bisa saja membahayakan tubuh manusia. oleh karena itulah air tanah ini tidak boleh dimakan secara pribadi. Apabila ingin meminumnya maka harus dimasak terlebih dahulu. Air ini cukup untuk menyanggupi aneka macam keperluan insan mirip minum, mencuci, memasak, dan lain sebagainya.


Nah itulah banyak sekali jenis air tanah yang ada di Bumi. Semoga berita ini dapat berfaedah untuk kita semua.



Sumber ty.com

Minggu, 01 November 2020

Penyebab Pergerakan Tanah Dan Misalnya


Tanah merupakan salah satu hal yang sungguh penting keberadaanya bagi planet bumi. Berbagai macam relief permukaan bumi terbentuk dan tersusun dari unsur tanah yang berlawanan-beda. Ada banyak sekali macam jenis-jenis tanah yang memiliki karakteristik dan sifat yang tak sama satu dengan lainnya. sifat dan karakteristik tanah ini juga akan berafiliasi dengan cara pemanfaatannya.





Tanah merupakan aspek penting yang digunakan untuk tempat hidup orang banyak. Berbadai macam fasilitas yang mendukung hajat hidup orang banyak, membutuhkan tanah sebagai lahan untuk bangun. Namun, tanah sendiri tak selamanya dapat dipercaya, hal ini sebab ada aneka macam hal yang mampu menciptakan tanah tersebut justru menjadi hal yang cukup berbahaya.





Tanah intinya yaitu suatu unsur organik yang bisa dibilang hidup. Maka tidak aneh bila kita banyak sekali mendapatkan peristiwa, atau bencana yang menyebabkan tanah tersebut mampu bergerak mirip memiliki kehidupan. Kali ini kita akan membicarakan mengenai beberapa penyebab pergerakan tanah. Kita selama ini cuma mengenal istilah tanah bergerak, tetapi kita tak mengenali secara niscaya penyebabnya. Ada beberapa penyebab mirip





PENYEBAB





1. Erosi





Jika mengatakan tentang penyebab dari pergerakan tanah, maka salah satu hal yang mampu jadikan penyebab yakni timbulnya abrasi. Penyebab dari erosi ini sendiri bisa berasal dari banyak sekali jenis air tanah yang ada. Salah satunya yaitu abrasi yang ditimbulkan oleh air hujan. Biasanya pergerakan tanah yang disebabkan oleh hal ini banyak kita dapatkan di Lereng-lereng bukit yang curam. Hal ini mampu terjadi saat vegetasi yang ada pada tempat tersebut bisa dikatakan sangat rendah.





Hal ini akan menjadi sangat berbahaya kalau terjadi pada dikala animo hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Ada berbagai perjuangan meminimalisir abrasi tanah yang mampu kita kerjakan salah satunya ialah dengan penanaman vegetasi kembali,pada tebing yang membahayakan.





2. Tanah Jenuh Air





Beberapa jenis tanah yang ada di indonesia adalah tanah yang suka akan air. Biasanya tanah mirip ini banyak kita peroleh pada macam-macam tanah liat yang tersebar secara luas. Tanah yang bisa menyerap air dengan cepat ini akan sungguh berbahaya saat demam isu hujan datang. Hal ini dikarenakan saat intensitas hujan tinggi,akan berbanding dengan laju perembesan tanah yang tinggi pula.





Ketika tanah tersebut sudah meraih titik jenuhnya, maka ada kemungkinan tanah akan kehilangan daya penopang. Hal inilah yang sering terjadi pada beberapa tragedi yang berbentuktanah ambles. Dan indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki tempat dengan tipe tanah seperti ini.





3. Gempa bumi





Penyebab pergerakan tanah yang satu ini dikarenakan adanya pergerakan pada lempeng tektonik bumi. Gempa bumi ini mampu mengakibatkan penurunan permukaan tanah dan juga likuikfaksi. Gempa bumi sendiri merupakan salah satu jenis petaka yang bisa  dikatakan sangat menyebar rata. Terjadinya gempa bumi ini tidak mempunyai  kekerabatan  terhadap jenis dan karakteristik tanah. Hal ini dikarenakan kekuatannya yang seringkali cukup besar maka efek negatif yang timbul akan berlainan-beda. Sebagai salah satu negara yang menjadi konferensi beberapa lempeng dunia, Indonesia merupakan negara dengan ancaman gempa bumi yang cukup sering.





4. Beban Berlebih





hal ini mungkin akan banyak terjadi di perkotaan, khususnya kota besar. Ancaman terjadinya pergerakan tanah balasan beban yang berlebih bisa sangat terjadi. Apalagi dengan pembangunan yang terus berkelanjutan dan tidak mengindahkan aspek alami. Banyak pembangunan gedung yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah pembangunan yang benar. Sehingga ketika terjadi pergerakan tanah maka bangunan atau akomodasi tersebut akan dapat roboh. Selain itu pinjaman beban berlebih pada tanah tanpa melihat apalagi dahulu karakteristik dan sifat dari tanah tersebut juga merupakan suatu hal yang sangat berbahaya.





CONTOH





Sebagai salah satu negara yang sangat rentan ditimpa oleh bencana, terutama yang berafiliasi dengan tanah. Maka sungguh dibutuhkan untuk tetap mengamati kaidah-kaidah yang ada dalam proses pembangunan dan perlakukan pada tanah tersebut.Salah satu acuan bencana yang bekerjasama dengan tanah yakni amblasnya tanah di kawasan gubeng surabaya. Bencana yang satu memiliki aneka macam penyebab yang mungkin saling berkaitan satu sama lain.





Kejadian amblesnya tanah di tempat gubeng sangat mungkin untuk dihubungkan dengan pergerakan tanah itu sendiri. Salah satu penyebab pergerakan tanah yang mungkin adalah alasannya tanah tersebut telah jenuh air dan terjadi beban yang berlebih. Jika dilihat dari jenis tanah yang ada di Surabaya pada umumnya adalah tanah lempung berpasir. Tanah jenis ini merupakan salah satu jenis tanah yang sangat menyukai air. Telah kita diskusikan sebelumnya bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan sering, dapat mengakibatkan jenis tanah ini mencapai titik jenuhnya secara cepat.Selain itu juga bisa disebabkan oleh aspek-aspek lain yang mungkin mendukung,seperti infrastruktur yang ada pada daerah tersebut.





Itulah tadi beberapa klarifikasi perihal penyebab pergerakan tanah yang mampu kita pelajari.Pergerakan tanah ialah salah satu tragedi yang sangat mungkin untuk sering terjadi ketika ekspresi dominan hujan tiba. Karena itu seharusnya kita tetap mengenal keadaan lingkungan dimana kita berada, serta melaksanakan beberapa pencegahan yang ada. Semoga gosip tadi berguna.



Sumber ty.com

Selasa, 15 September 2020

7 Jenis Alat Ukur Tanah Serta Fungsi Dan Cara Penggunaannya

Untuk melakukan pengukuran tanah, diperlukan beberapa alat yang menunjang agar mendapatkan perhitungan yang sempurna. Nantinya hasil perhitungan tersebut mampu berguna untuk kepentingan mirip survey pemetaan pada permukaan bumi. Seperti yang kita ketahui, bentuk relief permukaan bumi tidaklah rata, sudah sewajarnya jika kita membutuhkan alat – alat yang tepat untuk menghitung dan mengenali besarnya sudut dan jarak pada permukaan bumi.


Beberapa alat yang dipakai termasuk alat yang sederhana namun ada juga yang membutuhkan alat dengan teknologi yang lebih terbaru. Tingkat kesusahan alat yang dipakai tergantung dari cara penggunaan dan unsur yang ada di alat tersebut. Berdasarkan modelnya, alat ukur tanah mampu dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu alat ukur sederhana, alat ukur optik, dan alat ukur elektronik.


Alat ukur sederhana mampu digunakan untuk mengukur satu macam ukuran, alat ukur optik menggunakan pinjaman lenca optik untuk mendapatkan hasil pengukuran, sedangak alat ukur elektronika merupakan alat ukur tanah yang memiliki ketepatan kecermatan paling tinggi karena dalam penggunaanya mempunyai unsur berupa infra merah. Untuk mengerti alat ukur tanah lebih mendalam, berikut ini nama – nama alat ukur tanah beserta cara penggunaannya.


Alat Ukur Sederhana


Disebut sederhana karena dalam menggunakan alat ini cukup gampang dan simpel, serta penggunaan alat ukur ini cuma dipakai untuk mengukur satu macam ukuran saja. Alat – alat tersebut ialah:


1. Meteran



Meteran atau pita ukur lazimnya berbentuk mirip pita yang memiliki panjang tertentu. Meteran juga mampu disebut dengan rol meter, alasannya adalah ketika disimpan atau dalam kondisi tidak digunakan, meteran akan digulung atau dirol. Terdapat 3 jenis meteran:



  • Meteran yang berasal dari kain (metalic cloth): yang dibuat dari kain linen dan anyaman kawat halus yang berasal dari tembaga atau kuningan.

  • Meteran yang terbuat dari baja

  • Meteran yang yang dibuat dari baja aloy (steel alloy): adonan baja dan nikel.


Fungsi dari meteran adalah untuk mengukur panjang dan jarak. Biasanya satuan yang digunakan terdapat 2 ukuran adalah ukuran satuan metrik (mm, cm, m) dan satuan inggris (inch, feet, yard). Pembacaan angka 0 ada yang dibaca sempurna diujung meteran adapula yang dinyatakan pada jarak tertentu di ujung meteran.


Cara menggunakan meteran cukup dengan merentangkan meteran dari sebuah titik ke titik lainnya pada suatu objek bidang yang mau diukur. Untuk mendapatkan hasil yang valid, ada baiknya dijalankan oleh dua orang  dimana salah satu berada pada titik awal atau angka 0 dan lainnya bergerak menuju titik selesai perkiraan sekaligus membaca angka pada meteran pada titik tersebut.


2. Kompas



Komponen utama yang ada di alat ukur ini yakni jarum dan lingkaran berukuran, dimana salah satu ujung jarum tersebut dibentuk dari magnet atau besi berani, bab tengah jarum dipasang sebuah sumbu sehingga jarum dapat bergerak bebas ke arah horisontal sesuai dengan arah medan magnet bumi yaitu utara dan selatan. Ada baiknya menggunakan kompas yang memiliki cairan nivo yang berfungsi menstabilkan gerakan jarum dan juga alat pembidik atau visir.


Fungsi dari kompas yaitu memilih arah dari mata angin dan penunjuk arah utamanya utara dan selatan. Selain itu, kompas mampu juga selaku penentu arah dari suatu titik ke titik lain yang ditunjukan pada besaran azimut (besarnya sudut yang dimulai dari arah utara ke selatan), menciptakan siku – siku dan mengukur sudut horisontal.


Cara penggunaan kompas ialah pegang dan atur semoga kompas dalam kondisi mendatar sehingga jarum dapat bergerak  dengan bebas. Jika kompas memiliki cairan nivo, usahakan agar gelembung tepat berada di tengah.


3. Klinometer



Salah satu alat ukur sederhana ini dipakai untuk mengukur sudut elevasi antara garis datar dengan garis yang menghubungkan suatu titik yang terdapat di garis datar dengan titik puncak sebuah objek. Secara keseluruhan klinometer untuk mengukur ketinggian atau panjang sebuah objek dengan cara memanfaatkan sudut elevasi.


Fungsi klinometer yaitu untuk menentukan besaran sudut elevasi dikala mengukur tinggi objek secara tidak pribadi.


Cara penggunaan alat ini sebaiknya dilaksanakan oleh 2 orang. Salah satu orang memegang dan melaksanakan pengamatan atau membidik objek yang diukur. Sedangkan lainnya membaca sudut dan mencatat hasil pengamatan.


Alat Ukur Optik


Alat ini dilengkapi dengan perlengkapan optik sehingga menerima hasil perhitungan yang sempurna dan lebih rincian jika daripada alat ukur sederhana. Alat ukur optik ini biasanya berisikan beberapa alat yang dirangkai dalam satu buah alat, sehingga mampu mengukur lebih dari satu pengukuran.


1. Theodolit



Alat ukur optik ini dibentuk untuk memilih tinggi dari tanah pengukuran sudut yang berbentuksudut tegak (sudut vertikal) dan sudut mendatar (sudut horisontal). Ada 3 macam theodolit:



  • Theodolit Reterasi: terdapat plat bundar skala (horizontal) yang menjadi satu dengan plat bulat nonius dan tabung sumbu pada kiap. Theodolit ini mempunyai sekrup pengunci plat nonius.

  • Theodolit Repetisi: plat lingkaran skala horizontal dapat berputar sendiri dengan tabung poros selaku sumbu putar. Terdapat sekrup pengunci lingkaran horizontal dan juga skrup nonius.

  • Theodolit Elektro Optis: sistem penoprasian sama dengan theodolit optis hanya saja mikroskop pada pembacaan skala bundar memakai sistem sensor selaku elektro optis model (alat penerima gelombang elektromagnetis).


Fungsi dari theodolit yaitu untuk pengukuran polygon, pemetaan suasana dan juga observasi matahari. Tidak hanya itu, theodolit juga bisa berfungsi seperti PPD bila sudut vertikalnya diubah menjadi 90o. Teropong yang ada di theodolit, menjadikannya mampu membidik ke segala arah. Pada konstruksi bangunan, theodolit dapat berfungsi untuk memilih sudut siku –siku pada pondasi dan juga mengukur ketinggian bangunan bertingkat.


Untuk memakai theodolit pastikan posisikan tripod atau penyangga panjang pada tempat yang datar dan atur ketinggiannya sekitar tinggi dada. Kencangkan sekrup pengunci pada kaki penyangga panjang. Usahakan plat tribar (untuk meletakan theodolit) dalam kondisi datar. Letakan theodolit lalu kencangkan sekrup pengunci. Atur nivo hingga sumbu I berada pada posisi vertikal dan atur juga nivo pada tabung semoga sumbu II berada pada posisi mendatar, atur theodolit pada hingga berada pada posisi tengah titik ikat (BM).


2. Waterpas



Termasuk ke dalam alat ukur optik yang berfungsi untuk mengukur beda tinggi dari satu titik atau lebih, penggunaan waterpas saat ini sangat luas. Terdapat beberapa syarat dalam memakai waterpas, yaitu syarat dinamis (sumbu 1 vertikal) dan syarat statis (garis yang mendatar pada bagian diafragma sejajar sumbu 1, garis nivo tegak lurus sumbu 1, garis bidik pada teropong sejajar dengan garis arah nivo).


Cara memakai waterpas ini sebaiknya memakai tripod atau kaki tiga sebagai penyangga dan posisikan pada titik koordinat yang sudah ditentukan. Pastikan tripod dalam posisi stabil dan besar lengan berkuasa serta plat daerah dudukan waterpas tidak dalam keadaan miring. Letakan waterpas di atas plat tersebut, usahakan waterpas untuk tidak bergerak atau dalam keadaan stabil. Atur sumbu I vertikal dan sumbu II horisontal dengan menggunakan sekrup penyeimbang nivo. Tepatkan gelembung nivo berada di tengah bulat.


Alat Ukur Elektronik


Sesuai namanya, alat ini menggunakan tata cara elektro berupa gelombang infra merah. Sehingga pengukuran dengan menggunakan alat ini mendapatkan hasil perkiraan yang sempurna, akurat dan prestisi.


1. Global Positioning System (GPS)



GPS merupakan sebuah tata cara yang terdiri atas konstelasi satelit radio navigasi dan juga segmen kontrol tanah yang berfungsi mengorganisir operasi satelit dan pengguna dengan akseptor khusus, memakai data satelit untuk menyanggupi tolok ukur dari posisi. Hasil yang diberikan gambar permukaan bumi dalam bentuk 3 dimensi (3D) .


Fungsi GPS tidak cuma untuk kepentingan militer, survey pemetaan ataupun geodesi saja, namun juga untuk observasi geofisika (geodinamika, studi atmosfer, meteorologi dan lain sebagainya). Dibalik kelebihan yang dimiliki oleh GPS, alat ini juga mempunyai kekurangan yakni tidak dapat digunakan pada tempat yang tidak bisa menerima sinyal GPS oleh antena alat penerima yang berada di dalam ruang, bawah terowongan atau di bawah air.


Cara penggunaan GPS, pertama nyalakan perangkat GPS tunggu hingga sinyal terhubung. Atur untuk menambahkan halaman sampai muncul halaman Area Calculation lalu tekan tombol start kemudian enter. Jika tombol start berkembang menjadi tombol stop, bermakna GPS telah dapat dipakai.


2. Total Station



Merupakan alat ukur elektronika yang berasal dari pengembangan theodolit. Namun alat ini dilengkapi oleh pengukuran jarak dan sudut secara elektronik dengan bantuan dari reflektor selaku sasaran dan pengganti rambu ukur. Untuk memudahkan penggunaan, total station perlu dihubungankan dengan komputer. Fungsi total station yakni mampu dipakai untuk mengkalkulasikan jarak, arah, titik koordinat dan juga beda tinggi secara elektronis.


Untuk menggunakan total station tentukan posisi tripod telah stabil dan berpengaruh untuk menopang total station dan terletak di titik koordinat yang telah ditentukan. Atur nivo di kedua sumbu supaya tepat pada posisi di tengah bundar dan sejajar dengan posisi kita saat bangkit. Jika telah sesuai dan semua berada pada posisi yang sempurna (gelembung nivo berada di tengah), total station siap dipakai.


Itulah tadi beberapa alat yang digunakan dalam melakukan pengukuran tanah. Semoga informasi ini berfaedah.



Sumber ty.com

Jumat, 28 Agustus 2020

Klarifikasi Lengkap Sejarah Konvensi Ramsar Beserta Isinya

Pada tahun 1971, telah dibentuk suatu janji dari suatu konvensi yang membahas tentang kepedulian kepada lahan basah. Konvensi perihal lahan basah ini disebut dengan mana Convention on Wetlands of International Importancem Especially as Waterfowl Habitat atau mampu diketahui dengan Konvensi Ramsar. Konvensi tersebut ditanda tangani dan disahkan pada tahun 1971 di kota Ramsar, Iran dan merupakan satu – satunya perjanjian berskala internasional yang membicarakan mengenai masalah – problem yang melibatkan lahan berair. Anggota dari kontrakini berasal dari negara – negara di seluruh dunia yang memiliki lahan berair di negaranya. Lahan lembap tersebut tersebar di lebih dari 1.800 lokasi di dunia dengan luas lahan meraih kurang lebih 1,8 juta km2.


Salah satu anggota dari Konvensi Ramsar ialah Indonesia. Alasan Indonesia ikut bergabung di Konvensi Ramsar ialah terdapat lahan gambut sekitar 15 juta hektar tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Dan juga tugas serta Indonesia untuk menjaga kestabilan ekosistem terutama di lahan gambut, pemanasan global, perubahan iklim, biodiversitas beserta imbas yang ditimbulkan nantinya.


Sejarah Konvensi Ramsar


Awal mula dibentuknya Konvensi Ramsar ini hanya terkonsentrasi kepada masalah burung air dan juga burung migran. Seiring berjalannya waktu, karenanya ditentukan bahwa konservasi lahan lembap dirasa sangatlah penting. Seperti yang diketahui jika habitat utama dari burung air dan juga burung imigran ialah pantai, hutan mangrove, rawa dan muara sungai. Hal ini juga menjadi dasar kesadaran untuk mempertahankan keanekaragaman hayati serta memanfaatkan lahan basah dengan bijaksana. Konvensi Ramsar ini bermaksud untuk menghentikan perusakan serta perambahan yang terjadi di lahan basah, karena lahan basah bisa dikatakan termasuk ekosistem yang cukup krusial, mengenang lahan ini sangat bergantung pada cara pengelolahannya.


Penandatanganan perjanjian di Konvensi Ramsar yang dijalankan pada tanggal 2 Februari 1971, disertai oleh 35 negara yang terdiri atas 13 negara berkembang dan 21 berasal dari negara di benua Eropa. Akan tetapi konvensi ini gres mampu aktif pada tanggal 21 Desember 1975 sesudah syarat ratifikasi konvensi terpenuhi. Konvensi Ramsar tidak serta merta berdiri sendiri. Konvensi Ramsar disokong oleh IUCN atau International Union for Conservation of Nature and Natural Resources dan ketika ini telah berganti nama menjadi The World Conservation Union. Setiap tanggal 2 Februari atau hari di mana penandatanganan Konvensi Ramsar, juga diperingati sebagai World Wetlan Day atau Hari Lahan Basah Dunia.


Seiring berjalannya waktu, isi dari naskah asli Konvensi Ramsar (12 pasal) ternyata telah diamademen sebanyak 2 kali. Amademen pertama dikerjakan pada Protokol Paris tahun 1982 dan amademen kedua dilakukan pada tahun 1987 di Regina. Protokol Paris ternyata diadopsi di Pertemuan Luar Biasa atau Extraordinary Conference of the Contracting Parties (COP) yang dikala itu dikerjakan di kantor sentra UNESCO Paris tanggal 3 Desember 1982. Dari Protol Paris ini menerima hasil berupa sistem melaksanakan amademen konvensi serta mengesahkan naskah konvensi menjadi beberapa bahasa adalah Inggris, Perancis, Arab, Rusia, Jerman dan Spanyol. Sedangkan amademen yang dilaksanakan di Regina dilaksanakan ketika pertemuan luar biasa pada tahun 1987 di Kanada. Hasil dari pertemuan di Regina tidak mengubah substansi dasar, cuma membahas dilema operasional mengenai kewenangan COP, anggaran dan penetapan Biro dan Sekretariat Ramsar, dan penetapan Standing Committee.


Isi Konvensi Ramsar


Isi dari Konvensi Ramsar pasal 1 ayat (1) yakni definisi dari lahan lembap mencakup tempat rawa, payau, lahan gambut dan perairan alami atau buatan; tetap atau sementara; dengan air yang tergenang atau mengalir, tawar, payau atau asin; tergolong kawasan perairan bahari yang kedalamannya tidak lebih dari enam meter pada waktu air surut.


Ekosistem lahan basah bisa dikatakan ekosistem peralihan antara ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Lahan lembap bisa menjadi lahan yang penting bagi lingkungan hidup, sebab di sini mampu ditemukan membuatkan macam keanekaragaman hayati serta tergolong ekosistem yang cukup produktif. Salah satunya ekosistem lahan gambut yang populer selaku lahan yang dapat menyimpan cadangan air, biodiversity serta stok karbon.


Berdasarkan pasal 2 ayat 4, setiap negara anggota berkewajiban untuk menetapkan sekurang – kurangnya sebidang lahan berair untuk nantinya dimasukan ke dalam sebuah daftar lahan basah yang mempunyai makna internasional pada ketika negara tersebut menandatangani atau meratifikasi pada konvensi. Akan tetapi tidak semua lahan berair mampu dimasukkan ke dalam daftar konvensi. Menurut pasal 2 ayat 2, ketentuan standar lahan lembap yang mau dimasukan ke dalam daftar berdasar maksa internasional harus dilihat dari sudut botani, ekologi, zoologi, limnologi serta hidrologi.


Selain itu, setiap negara anggota mesti membuat beberapa dokumen yang menjelaskan mengapa lahan lembap tersebut penting untuk bisa dimasukan ke dalam daftar dan mempunyai kepentingan internasional. Oleh karena itu, pada pasal 3 bahwa setiap negara anggota merumuskan dan melakukan sebuah penyusunan rencana sehingga membuatkan konservasi lahan berair yang terdapat di dalam daftar dan juga berbagi penggunaan lahan berair secara bijak. Ada beberapa standar atau syarat dalam mengidentifikasi tempat lahan basah yang memiliki nilai universal untuk mampu tercatat di Daftar Situs Ramsar atau Ramsar Listed Sites antara lain:



  1. Keterwakilan, langka atau unik. Lahan basah menjadi contoh keterwakilan, langka atau unik dari tipe lahan lembap atau bisa dikatakan mendekati alami.

  2. Konservasi keragaman hayati. Lahan basah mendukung aneka macam spesies yang rentan, langka atau hampir punah.

  3. Kriteria khusus burung air. Secara terorganisir lahan tersebut mendukung dan dihuni oleh 20.000 atau lebih jenis burung air dan juga dihuni oleh individu dari satu spesies atau sub spesies burung air sebanyak 1% dari total populasi burung air.

  4. Kriteria khusus ikan. Secara terencana lahan tersebut mendukung dan dihuni oleh proporsi yang konkret dari spesies atau sub-spesies atau famili ikan asli dan juga selaku tempat makan yang sangat penting bagi ikan.

  5. Kriteria khusus untuk jenis – jenis lain. Lahan basah secara terencana mendukung 1% individu dari satu spesies/sub-spesies bukan burung yang bergantung pada lahan lembap.


Berdasarkan Konservasi Ramsar, ekosistem lahan basah dibagi menjadi 5 kawasan, ialah:



  1. Kawasan laut (marine), golongan lahan berair yang berair asin, pesisir dan laguna tergolong pantai berbatu, terumbu karang serta padang lamun.

  2. Kawasan muara (estuarine): muara sungai, delta, hutan bakau (mangrove), rawa pasang surut yang basah payau.

  3. Kawasan rawa (palustrin): kawasan bersifat rawa (berair tenang atau lembab) seperti hutan rawa air tawar, hutan rawa gambut dan rawa rumput.

  4. Kawasan sungai (riverin): lahan basah yang berada di sepanjang sungai atau perairan mengalir.

  5. Kawasan danau (lakustrin): lahan basah yang berhubungan dengan danau (lembap tawar).


Lahan Basah Di Indonesia


Sejak tahun 2011, setidaknya ada 1.971 Situs Ramsar sudah terdaftar oleh 160 negara anggota konversi. Angka tersebut terus meningkat sampai pada tahun 2018 sudah terdaftar sebanyak 2.303 situs yang didaftar oleh 169 anggota. Salah satu anggota konversi tersebut yaitu Indonesia. Indonesia mulai bergabung ke dalam Konversi Ramsar pada tanggal 8 Agustus 1992. Di Indonesia, lahan basah didominasi dengan lahan gambut dan termasuk lahan gambut terluas di Asia Tenggara. Keikutsertaan Indonesia menjadi anggota Konversi Ramsar tertulis pada Keputusan Presiden Nomor 48 tahun 1991 tanggal 19 Oktober 1991.


Saat itu, Indonesia mendaftarkan Taman Nasional Berbak di Jambi sebagai situs pertama di Ramsar. Hingga saat ini, sudah terdaftar 7 situs lahan lembap di Ramsar milik Indonesia, antara lain:



  • Taman Nasional Berbak di Provinsi Jambi

  • Taman Nasional Danau Sentarum di Kalimantan Barat

  • Taman Nasional Wasur, Papua

  • Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Sulawesi Tenggara

  • Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan

  • Suaka Margasatwa Pulau Rambuat, DKI Jakarta

  • Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah


Itulah tadi klarifikasi perihal Konvensi Ramsar. Semoga berita di atas mampu menambah wawasan Anda.



Sumber ty.com

Sabtu, 18 Juli 2020

8 Cara Mengatasi Pencemaran Tanah Akhir Sampah Plastik

Pencemaran lingkungan telah bukan menjadi duduk perkara perorangan saja. Hal ini telah menjadi tanggung jawab bagi kita semua alasannya dampaknya tidak cuma diri sendiri yang mengalaminya, namun juga orang lain. Pencemaran lingkungan ada banyak macamnya mirip polusi udara, polusi air, polusi tanah sampai polusi bunyi.


Akibat dari pencemaran lingkungan telah pasti menunjukkan efek negatif. Jika terus dibiarkan bukan tidak mungkin Bumi daerah tinggal kita bisa menjadi planet yang tidak pantas untuk dihuni. Salah satu pencemaran lingkungan yang perlu diketahui adalah pencemaran tanah. Kita tahu jika tanah menjadi unsur penting dalam menunjang kehidupan. Segala bentuk acara manusia dilakukan di atas tanah, flora juga membutuhkan tanah untuk tempat berkembang dan berkembang, sedangkan bagi hewan herbivora sudah tentu membutuhkan tanaman selaku sumber makanan.


Salah satu penyebab terjadinya pencemaran tanah ialah adanya sampah plastik. Kita sadar jika plastik tidak mampu terpisahkan dari kehidupan insan. Plastik diseleksi selaku unsur yang mudah dibentuk, ringan, tahan usang dan terjangkau. Tidak heran kita bisa dengan gampang memperoleh plastik dalam aneka macam macam bentuk tergolong kantong belanja. Seiring berjalannya waktu, sampah plastik sudah menjadi bahaya tersendiri bagi lingkungan. Sampah plastik yang masuk ke dalam golongan sampah anorganik, membutuhkan waktu sekitar 50 – 100 tahun untuk dapat terurai. Bisa dibayangkan kalau sampah plastik terus meningkat, perlu waktu berapa lama lagi plastik tersebut dapat terurai.


Sudah saatnya kita bergerak untuk mengganti lingkungan menjadi lebih baik ke dapannya, salah satunya menghadapi pencemaran tanah yang disebabkan oleh sampah plastik. Lalu apa yang mesti kita kerjakan untuk menangani pencemaran tersebut? berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan, antara lain:



  1. Buang sampah pada tempatnya


Langkah permulaan selaku cara menyelamatkan tanah ialah dengan tidak membuang sampah sembarang pilih. Saat ini masih banyak orang – orang yang kurang sadar untuk menjaga lingkungan sekitar, salah satunya dengan membuang sampah bukan pada tempatnya. Ada baiknya ubah kebiasan buruk tersebut untuk selalu mencampakkan sampah pada tempatnya. Tidak heran jika sejak usia dini anak – anak sudah dilatih untuk melakukan kebiasaan mencampakkan sampah di tempat sampah. Sebab pergantian kecil mampu berefek besar dikemudian hari.



  1. Pisah sampah sesuai dengan jenisnya


Sampah yang kita buang dan lihat saban hari terbagi atas dua jenis ialah sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai di dalam tanah dan sungguh berguna untuk kesuburan tanah. Sampah organik lazimnya berasal dari sisa masakan, daun kering dan lain sebagainya. Sedangkan sampah anorganik atau non organik berasal dari plastik, besi, dan lain sebagainya. Maka tak heran jika sampah anorganik memerlukan waktu yang sangat usang untuk terurai.



  1. Melakukan 3R


Mungkin ungkapan 3R masih terlalu abnormal untuk sebagian orang. 3R ialah reduce (kurangi), reuse (gunakan kembali) dan recycle (olah kembali). 3R hanya berlaku pada sampah anorganik mirip sampah plastik. Bagi beberapa orang, telah mempergunakan sampah plastik mirip plastik pembungkus masakan untuk diubah menjadi barang bernilai jual. Mereka mengubah sampah plastik menjadi barang kerajinan atau melaksanakan daur ulang sampah plastik menjadi bahan gabungan aspal.



  1. Selalu menenteng kawasan makan dan minum dari rumah


Mungkin bagi sebagian besar orang malas untuk melaksanakan hal ini. Seperti acuan menjinjing botol minum saat berpergian, dan banyak orang lebih memilih untuk membeli air minum bungkus untuk lalu membuang tempatnya saat sudah dalam keadaan kosong. Bisa dibayangkan bila siapa pun melaksanakan hal yang sama, berapa banyak botol plastik bekas yang terbuang setiap harinya. Dengan menenteng botol minum sendiri sudah menjadi langkah kecil menyelamatkan tanah dari sampah plastik. Begitu pula yang terjadi dikala berbelanja kuliner. Bisa dihitung berapa banyak sampah plastik yang dibawa ke dalam rumah ketika berbelanja kuliner saat tidak memakai wadah atau daerah khusus makanan. Tidak ada salahnya untuk memakai wadah yang dibawa dari rumah dikala ingin membungkus makanan. Kaprikornus kita bisa menghemat penggunaan sampah plastik guna meminimalkan pencemaran lingkungan.



  1. Gunakan kantong belanja sendiri


Saat kita membeli di sentra berbelanjaan ataupun warung akrab rumah, telah pasti barang yang kita beli akan dikemas di dalam kantong plastik. Kita tahu jika kantong plastik membutuhkan waktu yang sungguh usang untuk dapat terurai di dalam tanah. Untuk menghemat dampak pencemaran tanah yang disebabkan oleh sampah plastik, semestinya gunakan kantong belanja berbahan kain yang gampang disimpan dan dibawa kemanapun ketika ingin membeli. Saat ini sudah banyak tersedia berbagai macam model dan bentuk tas khusus untuk berbelanja. Secara tidak pribadi kita telah membantu dalam menyelamatkan bumi dari pencemaran.



  1. Berhenti menggunakan sedotan plastik


Bagi kalian yang suka membeli minuman utamanya minuman cuek, beberapa rumah makan akan memberikan sedotan plastik pada minuman. Bisa dibayangkan berapa banyak sampah sedotan plastik yang terbuang setiap harinya. Beberapa restoran cepat saji telah tidak menawarkan sedotan plastik jadi kalian tidak akan menemukan sedotan di dalam restoran tersebut. Namun, kalau kalian tetap ingin minum memakai sedotan, ketika ini telah tersedia sedotan yang berbahan dasar stainless steel yang bisa digunakan berkali – kali dan dapat dicuci.



  1. Simpan bahan makan di dalam sebuah kotak penyimpan khusus


Dalam menyimpan bahan kuliner mirip sayuran, ikan, daging dan lain sebagainya semestinya masukan ke dalam suatu kotak kedap udara sebelum dimasukan ke dalam lemari pendingin. Selain terlihat rapih, hal ini juga telah menghemat penggunakan kantong plastik untuk membungkus bahan – materi tersebut. Saat ini sudah banyak tersedia aneka macam macam bentuk kawasan khusus menyimpan kuliner salah satunya terbuat dari beling dan telah tentu ramah lingkungan dan mampu digunakan kembali.



  1. Mengurangi produk yang menggunakan kantong plastik


Ketika kita membeli sebuah barang dalam jumlah atau berskala kecil, ada baiknya untuk tidak membungkus barang tersebut dengan menggunakan kantong plastik kecil. Masukan ke dalam tas atau saku baju sebagai pengganti kantong plastik. Dengan begitu kita sudah melakukan hal kecil yang mampu membantu menyelamatkan bumi dari pencemaran.


Demikian hal – hal yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi pencemaran tanah yang disebabkan oleh sampah plastik. Semoga info di atas mampu bermanfaat.



Sumber ty.com

Ketahui 6 Flora Yang Mampu Menyuburkan Tanah

Tanah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian besar makhluk hidup. Segala bentuk aktivitas dijalankan di atas tanah. Seiring berjalannya waktu, ketersediaan tanah makin berkurang, hal ini bisa dilihat di daerah perkotaan. Di kawasan perkotaan telah sungguh sulit menemukan lahan kosong cuma sekedar untuk menanam tanaman, hal ini disebabkan sebagian besar lahan dimanfaatkan untuk dijadikan area pemukiman atau pembangunan fasilitas guna menyanggupi keperluan penduduk .


Maka tidak aneh, bila lahan kosong yang ada di perkotaan sudah menipis, lahan lain seperti hutan mampu berganti fungsi menjadi area pemukiman. Tentunya langkah-langkah tersebut memberikan efek konkret dan negatif pengalihan lahan hutan untuk perumahan. Pengalihan tanah atau lahan sudah tentu akan menghilangkan fungsi dari tanah ialah sebagai tempat tumbuhnya tumbuhan (Baca: Fungsi Tanah Bagi Tanaman). Bagi flora, tanah menjadi bagian yang sangat penting khususnya kalau tanah tersebut memiliki tingkat kesuburan ideal.


Tanah subur bukan berarti memiliki kandungan hara dan mineral yang berasal dari bahan organik saja. Tanah subur merupakan tanah yang sesuai dan sesuai bagi tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang. Artinya tanaman masih mampu tumbuh dengan baik meskipun tanpa adanya pupuk sebagai faktor penunjangnya. Mempunyai ketersedian hara yang cukup di dalam tanah menjadi syarat bagi tanah subur.


Ada berbagai macam cara yang mampu dilaksanakan untuk mengembangkan kesuburan tanah (Baca: Cara Melestarikan Tanah) , salah satunya mampu dengan menggunakan flora. Tidak semua tumbuhan mampu ditanam guna meningkatkan kesuburan tanah. Hanya flora yang berasal dari golongan Leguminose atau berjenis kacang – kacangan saja. Hal ini disebabkan alasannya adalah flora legum dapat menangkap nitrogen yang berada di atmosfer kemudian menggantinya menjadi nitrogen di dalam tanah. Nitrogen dimanfaatkan oleh tanaman untuk perkembangan bab vegetatif (daun, batang dan akar), pembentukan klorofil, lemak, protein sampai senyawa organik lainnya. Pada bagian tanaman legum, terdapat nodul – nodul yaitu gelembung kecil di bagian akar yang ialah kawasan bagi kuman baik berjenis Rhizobium. Bakteri inilah yang berfungsi menangkap dan mengganti nitrogen. Bakteri Rhizobium yang terdapat pada nodul akar berasal dari karbon hasil fotosintesis. Oleh sebab itu, tumbuhan legum mampu bertahan hidup di tempat yang kekurangan nitrogen sekalipun. Itulah sebabnya, flora legum banyak ditanam di perkebunan atau flora pertanian selaku pangganti pupuk semoga lahan tidak kehilangan nitrogen di dalam tanah.


Karakteristik Tanaman Legum


Tanaman legum jikalau dilihat dari cara tumbuhnya dibagi menjadi dua bab yakni pohon atau perdu dan merambat (herba). Memiliki bentuk daun seperti kupu – kupu. Termasuk ke dalam tumbuhan berkeping dua atau dikotil dengan metode akar tunggang, bercabang dan masuk ke dalam tanah. Tanaman legum mampu berkembang di aneka macam macam keadaan tanah. Berdasarkan bentuknya, tanaman legum terbagi atas:



  • Leguminosa pohon: termasuk flora berkayu dengan tinggi lebih dari 1,5 meter.

  • Leguminosa semak: termasuk flora merambat (trilling) dan memanjat (twinning) yang mempunyai tinggi kurang dari 1,5 meter.


Jenis Tanaman Legum



  1. Turi


Bagi beberapa orang sudah tidak ajaib dengan tanaman ini, alasannya bunganya yang berwarna putih atau merah keunguan seiring dimanfaatkan sebagai salah satu bahan masakan. Tanaman yang mempunyai nama latin Sesbania grandiflora ini tergolong tanaman legum yang mampu tumbuh di lahan tidak subur sekalipun. Tidak jarang, turi bisa juga didapatkan kawasan yang banyak genangan airnya. Tanaman ini banyak didapatkan di ketinggian kurang dari 1.500 meter di atas permukaan laut. Turi tumbuh tinggi dengan cabang yang cukup panjang sehingga tidak cuma berfungsi selaku penyuplai nitrogen pada tanah namun juga dapat dijadikan sebagai tanaman pelindung.



  1. Petai Cina


Tanaman ini banyak dimanfaatkan selaku penghijau lahan dan juga pencegah erosi. Petai cina mempunyai nama lain tergantung dari mana flora ini berasal seperti lamtoro, kemlandingan, metir, dan lain sebagainya. Pohon petai cina bisa mempunyai tinggi sekitar 10 – 20 meter dengan cabang rendah, banyak dan bentuk daun beragam menyirip rangkap. Anak daun berada di tiap sirip 5 – 20 pasang, saling berhadapan, garis memanjang dan runcing di ujung serta miring di bab pangkal.



  1. Telang


Tanaman telang yang mempunyai nama latin Clitoria ternatea  tergolong flora legum herba atau merambat dan mampu ditemukan di pekarangan atau tepi hutan. Memiliki bunga yang berwarna biru sehingga tidak jarang bunga telang banyak dimanfaatkan sebagai sumber pewarna makanan alami. Tidak hanya sebagai tanaman hias saja, telang juga dimanfaatkan selaku tumbuhan pengikat nitrogen, maka tidak aneh jika flora yang berkembang di sekeliling telang mampu berkembang dengan subur. Namun saat ini, banyak orang membudidayakan flora telang untuk dimanfaatkan bunga, alasannya adalah bunga telang yang dijadikan teh berwarna biru memiliki banyak faedah salah satunya dapat menurunkan kolesterol serta lemak darah.



  1. Alfalfa


Tanaman dengan nama latin Medicago sativa banyak dimanfaatkan selaku pakan ternak seperti sapi, kambing, domba dan lain sebagainya. Alfalfa juga banyak dimanfaatkan selaku tumbuhan rotasi dalam metode tanaman pangan alasannya fungsinya yang dapat dijadikan tumbuhan pengikat nitrogen, mengontrol gulma tumbuhan selanjutnya, serta memperbaiki struktur tanah. Untuk melakukan budidaya alfalfa, tanah harus pada kondisi keasaman atau pH berkisar 6,3 – 7,5 dan kandungan garam pada tanah tidak terlalu tinggi. Selama tahap pertumbuhannya, alfalfa tidak membutuhkan tanah lembap.



  1. Gamal


Tanaman yang masuk ke dalam legum perdu ini memiliki ciri – ciri batang berwarna putih kecoklatan, metode perakaran yang besar lengan berkuasa dan memiliki bunga berwarna merah muda terletak di ujung cabang tanpa daun. Tanaman yang mempuyai nama latin Gliricidia sepium banyak dijadikan pagar hidup di sekitarperkebunan alasannya dapat hidup cukup usang. Gamal  mudah beradaptasi di lingkungan bertemperatur antara 20o – 30o celcius dan ketinggian daerah 750 – 1.200 meter di atas permukaan maritim. Tanaman ini juga dapat bertahan hidup di daerah kering yang mempunyai curah hujan 75 mm/tahun.



  1. Kacang Tanah


Kacang tanah tumbuh subur di Indonesia, tak aneh kalau banyak bentuk olahan makanan yang berasal dari kacang tanah. Banyak petani padi di Indonesia menanam kacang tanah sehabis panen padi. Sebab kacang tanah terbukti mampu menyuburkan tanah alasannya mampu bersimbiosis antara bakteri Rizobium yang terdapat di akar untuk menangkap nitrogen di atmosfer. Maka tidak heran kalau tanah yang ditanami kacang tanah akan menjadi subur dan menjadikan tanah tersebut siap untuk ditanami oleh flora yang lain.


Itulah tadi beberapa teladan flora yang mampu menyuburkan tanah secara alami. Semoga dapat berfaedah untuk kalian.



Sumber ty.com