Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2020

Gempa Lombok : Kronologi – Kekuatan Gempa – Penyebab Dan Kesannya

gempa lombokGempa yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018 pukul 18:47 WITA ini mengguncang Lombok dengan kekuatan 7 skala richter. Gempa ini merupakan gempa type II dikarenakan telah didahului oleh gempa lain beberapa hari sebelumnya. Guncangannya berpusat di koordinat 8,26 lintas selatan, dan 116,55 bujur timur (Lombok Timur). Gempa ini cukup besar sehingga menimbulkan 70% bangunan lokal runtuh (menurut Gubernur NTB).


Gempa ini menjadikan korban jiwa yang mencapai lebih dari 90 orang. Jumlah ini kemungkinan akan terus meningkat alasannya proses penyelamatan hingga detik artikel ini ditulis masih terhambat oleh langkanya arat berat. Masih banyak korban jiwa yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan yang runtuh balasan gempa.


Ketika gempa terjadi pada pukul 18:47, BMKG memberitahukan waspada tsunami. Keputusan ini diambil sesudah menganalisis kedangkalan gempa tetapi menjadikan robekan balasan perubahan sesar mulai dari daratan Lombok hingga wilayah maritim. Hal ini mengakibatkan kesempatantsunami. Walau kemungkinan ketinggian gelombang hanya setengah meter saja, tetapi warga diminta untuk berhati-hati dan naik ke tempat yang lebih tinggi. Hasilnya, memang sudah terjadi peningkatan gelombang maritim yang tiba di banyak sekali kawasan Lombok. Diantaranya yaitu Benoa (2 cm), Desa Lembar (9 cm),  Desa Badas (10 cm), dan Desa Carik (13,5 cm). Tak lama lalu bahaya tsunami ini lalu ditarik oleh BMKG pada pukul 20:25 pada hari yang serupa.


Isu peristiwa tsunami yang sempat muncul membuat para penduduk, terutama turis domestik dan asing, serta warga lokal yang ketika itu sedang berada di Lombok minta untuk dievakuasi keluar pulau. Beberapa pelancong juga menetapkan untuk langsung pulang ke negara asal mereka.


Penyebab Terjadinya Gempa Lombok


Tiga jenis pergeseran lempeng tektonik beserta anatominya. Paling kiri yakni divergent, tengah ialah transform, sedangkan paling kanan adalah konvergen. Gempa yang terjadi di Lombok pada tanggal 9 Agustus 2018 kemudian ialah jenis konfergen dimana Lempeng Australia bertumbukan dengan Lempeng Sunda.

Lombok itu sendiri terletak di antara dua lempengan tektonik. Pada gempa yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018 kemarin, dua lempeng besar di Lombok saling bertumbukan dimana salah satu lempeng menimpa lempeng lainnya. Lombok ialah zona subsiduksi dimana salah satu lempeng berada di lempeng yang lain dan terjadi goresan. Yang terjadi adalah Lempeng Australia bergerak ke bawah Lempeng Sunda ke arah utara. Bencana alam ini masih bekerjasama dengan cincin api yang berada di daerah Indonesia sehingga memang negara ini rawan dengan musibah gempa bumi dan gunung meletus.



Selain itu, gempa ini juga ialah jenis gempa kerak dangkal dengan kedalaman hiposenter 24 km. Hiposenter sedangkal ini sudah cukup untuk menyebabkan skala guncangan berintensitas VI-VII MMI. Dengan perkiraan percepatan gerakan tanah yang melebihi 120 gal, telah cukup untuk menjadikan kerusakan pada permukaan tanah tersebut.


Akibat Gempa Lombok


Peristiwa ini juga menjadi cukup menghancurkan alasannya daerah tempat terjadinya gempa tersebut ialah kawasan perbukitan yang tersusun dari batuan gunung berapi seperti contohnya lava, tufa, dan breksi. Kawasan mirip ini sungguh rentan untuk terjadi efek topografi horizontal. Dengan begitu, makin curam lereng, makin besar guncangannya.


Ironisnya, berdasarkan data yang ada, jumlah korban jiwa pada insiden ini sebagian besar diakibatkan sebab para korban terjebak oleh reruntuhan bangunan, dibandingkan dengan gempa secara langsung. Tentunya aspek arsitektur juga turut besar lengan berkuasa kepada besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa ini. Bangunan yang berdiri di atas lokasi terjadinya gempa itu tidak mempunyai pertahanan persyaratan kepada gempa. Menilai dari bangunan-bangunan yang runtuh balasan gempa bumi tersebut, mereka tidak menggunakan bebatuan berkualitas baik dengan tulangan yang cukup berpengaruh untuk menahan guncangan dari bawah tanah. Padahal bahwasanya rumah berbahan kayu atau bambu mampu lebih kondusif untuk melindungi penghuninya dari serangan gempa.


Hingga beberapa hari setelah main shock terjadi, ratusan laporan perihal gempa-gempa susulan sudah terjadi di kawasan sekitar Lombok. After shock ini dicicipi hingga ke daerah Malang dengan magnitude kecil antara 3-4 skala richter. Terhitung ada lebih dari 35 gempa susulan yang terasa di Malang.


Namun gempa ini dipandang selaku sesuatu yang bagus sebab ini berarti telah terjadi pelepasan energi dari bebatuan di sekitar daerah gempa sehingga acara lempeng menjadi normal dan stabil kembali. Walau begitu, gempa tektonik ialah jenis gempa yang labil, dengan kata lain, sebuah dikala akan terjadi lagi gempa serupa.



Sumber ty.com

Minggu, 27 Desember 2020

3 Ciri-Ciri Daerah Rawan Gempa Bumi

Dunia ini terdiri atas lempengan-lempengan tanah yang membentuk daratan. Lempengan-lempengan itu terus aktif bergerak, dan bisa saja mengakibatkan gempa bumi. Ya, ada beberapa macam-macam gempa bumi yang dapat terjadi di bumi kita ini. Salah satu penyebab dari gempa bumi itu sendiri adalah getaran yang terjadi dari dalam bumi yang membutuhkan pelepasan energi. Pada dikala pelepasan energi ini terjadi, lempengan-lempengan yang terdapat di kerak bumi utamanya permukaan bumi atau di bawah lautan pun bergerak dan bergeser, jadinya terjadilah guncangan.


Peta lempengan-lempengan tektonik di dunia. Negara-negara yang terletak di perbatasan lempeng kadang-kadang mengalami peristiwa gempa bumi akhir kegiatan pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut.

Dataran bumi berisikan lempengan-lempengan kerikil yang selalu aktif bergerak setiap ketika. Kadang lempengan-lempengan ini saling bertumbukan, kadang bergeser saling menjauh, atau hanya saling bergesekan. Keretakan pada lapisan bebatuan ini menimbulkan gempa tektonik. Daerah yang terletak di perbatasan lempeng bumi ini juga merupakan ciri kawasan riskan gempa yang pantas diantisipasi.


Menurut teori lempeng tektonik, bumi ini terdiri dari 15 lempeng yang menyusun lapisan tanah terluar dari planet. Lempengan-lempengan itu terdiri dari lempengan maritim dan lempengan benua. Secara keseluruhan ada 6 lempengan besar dan 9 lempengan kecil.


Lempeng ini senantiasa bergerak. Kini dapat disusun fakta bahwa bantu-membantu semua aktivitas vulkanis, seismitik dan tektonik terjadi pada perbatasan dari lempengan-lempengan ini. Itu sebabnya kebanyakan gempa bumi dan gunung berapi dapat didapatkan pada tepian lempeng dunia ini.


Pada tanggal 12 Mei 2008 kemudian di Sichuan, China sudah terjadi gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitude 7,9 skala richter. Tragedi ini menyebabkan banyak sekali kerusakan dan korban jiwa. Timbulnya gempa bumi tersebut ialah akhir tumbukan antara dua lempeng tektonik adalah lempeng India dan lempeng Eurasia (lempeng yang menghubungkan antara Eropa dan Asia).


3. Terdapat Aktivitas Manusia yang Melibatkan Dinamit


Kadang ada beberapa kegiatan manusia yang memiliki efek pada lingkungan menyebabkan beberapa bab dari struktur bumi mengalami gempa bumi produksi. Misalnya pengetesan bom yang menciptakan gelombang kuat yang memukul bebatuan, menimbulkan gempa bumi produksi. Gempa bumi semacam itu mempunyai kekuatan yang serupa dengan kekuatan gempa bumi vulkanis skala ringan.



Selain itu, aktivitas penggalian, atau dikala membangun bendungan yang menggunakan dinamit juga sering kali menjadi argumentasi bagi timbulnya gempa buatan yang berkekuatan ringan.


Namun tidak selalu guncangan gempa bumi buatan tersebut berskala ringan. Misalnya pada tahun 1929, ketika sedang ada konstruksi di bendungan Marathon menjadikan gempa bumi berkekuatan mahir di Yunani pada tahun 1931.


Proses pembuatan danau buatan juga kadang menyebabkan gempa bumi bikinan. Volume air yang meningkat mampu memperlihatkan tekanan serius kepada lapisan tanah di bawahnya. Tekanan secara tiba-tiba ini dapat menimbulkan pergerakan lapisan tanah yang secara datang-tiba dan berujung pada gempa bumi. Gempa bumi ini biasanya timbul bila kedalaman bendungan lebih dari 100 meter. Tekanan air menjadi penyebab dari aktivitas seismitik ini.


Pada tahun 1967 terjadi gempa bumi Koynanagar, Maharastra, India yang berkekuatan 6,3 skala richter. Mulai dari episenter, fore shock, dan after shock semua terjadi di sekitar danau Koyna. Gempa ini merenggut 180 korban jiwa, 1.500 orang luka-luka. Dampak dari gempa bumi ini dinikmati dalam radius 230 km jauhnya di Bombay.


Dengan mengetahui ciri-ciri tempat riskan gempa tersebut, insan mesti mampu mengantisipasi diri dan sebisa mungkin tidak melaksanakan acara yang dapat mengakibatkan terjadinya gempa. Sebagai makhluk bakir, kita mesti sama-sama memajukan fungsi lingkungan hidup bagi insan dan ruang publik untuk kehidupan, alasannya bumi ini yakni daerah tinggal terindah dari Allah SWT yang diberikan kembali untuk kemakmuran hidup insan.



Sumber ty.com

5 Tempat Riskan Gempa Di Indonesia (Nomor Tiga Sampai 200 Kali Gempa)

Risiko menjadi bab dari tempat yang dilalui oleh cincin api adalah banyaknya gunung berapi di daerah Indonesia, kemudian tentu saja; gempa bumi. Ya, macam-macam gempa bumi beragam. Gempa bumi yang terjadi di Indonesia tidak cuma diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi, melainkan terutama oleh sebab pergerakan lempengan-lempengan yang menyusun daratan di Indonesia.


Total ada empat lempeng yang melandasi kepulauan Indonesia, diantaranya ialah Lempeng Benua Asia, Lempeng Benua Australia, Lempeng Samudra Hindia dan Lempeng Samudra Pasifik. Lalu, kawasan mana saja yang merupakan tempat riskan gempa di Indonesia?


1. Aceh


Pada Bulan Desember 2004 lalu, Aceh pernah mengalami gempa yang sangat besar berkekuatan sampai 9,3 skala richter. Gempa dan tsunami Aceh ini menjadikan tsunami yang sangat dahsyat sehingga seluruh kota Aceh luluh lantak. Karena kuatnya guncangan gempa, kawasan di sekitarnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, bahkan India, Bangladesh dan Maladewa juga ikut merasakan gempa tersebut.


Kemudian tanggal 2 Juli 2013, Aceh kembali diserang gempa berkekuatan 6,1 skala richter. Gempa ini menewaskan 39 orang dan 400 orang yang lain luka-luka. Kerusakan bangunan yang ditimbulkan sejumlah kurang lebih 3.000 bangunan yang hancur.


Sebelumnya pada tanggal 11 April 2012, Aceh juga dihantam gempa yang cukup berpengaruh dengan magnitude 8,5 skala ritcher dan disusul lalu gempa yang sama kuatnya; 8,1 skala ritcher. Setelah itu terjadi juga beberapa gempa susulan. Gempa ini menjadi penyebab tsunami setinggi 1 meter yang tampak di Nias, sementara 80 cm terlihat di Meulaboh, lalu 6 cm di Sabang. Gempa ini cukup spesial alasannya adalah terjadi di akrab NER (Ninety East Ridge), dimana gempa jarang sekali terjadi di kawasan tersebut. NER adalah punggung maritim yang memanjang sejauh 5.000 km dari Teluk Benggala ke selatan sampai tenggara India Ridge.


2. Bengkulu


Daerah ini kadang-kadang terjadi gempa kecil-kecilan karena letaknya dekat dengan kawasan pantai. Di tempat ini gempa sudah sungguh sering terjadi. Walau lazimnya gempa di Bengkulu hanya berkisar antara 4 sampai 5 skala richter, tetapi pernah juga terjadi gempa besar yang memiliki pengaruh mematikan.


Pada tanggal 4 Juni 2000, terjadi gempa berskala 7,3 sr di Bengkulu. Sebuah gempa yang berepicentrum di bahari, tepatnya Palung Jawa, dan berkedalaman 33 km. Jumlah korban tewas melebihi angka 90 jiwa, korban luka-luka setidaknya berjumlah 1000 jiwa, dan ada ribuan bangunan yang hancur, tergolong infrastruktur.


3. Lombok, NTB


Menurut BMKG, berdasarkan data-data yang pernah tercatat sebelumnya wilayah Lombok, NTB telah sering dihantam oleh gempa yang berkekuatan besar. Memperhatikan dari titik-titik kegiatan gempa atau seismistas Pulau Lombok, terlihatlah bahwa seluruh daerah pulau lombok banyak terdapat titik episenter.


Tercatat pada tanggal 25 Juli 1856, gempa diikuti peristiwa tsunami di Labuan Tereng; 10 April 1978, gempa magnitude 6,7 skala richter; 21 Mei 1979, gempa magnitude 5,7 skala richter; 30 Mei 1979, gempa magnitude 6,1 skala richter; 20 Oktober 1979, gempa magnitude 6,0 skala richter; 1 Januari 2000, gempa magnitude 6,1 skala richter; 22 Juni 2013, gempa magnitudo 5,4 skala richter; dan pastinya, gempa Lombok yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018, gempa magnitudo 7,0 skala richter.


4. D.I. Yogyakarta


Gempa yang paling diingat pernah terjadi di Yogyakarta mungkin yakni gempa pada tanggal 27 Mei 2006 kemudian. Gempa itu mempunyai pengaruh sungguh menghancurkan bagi penduduk Yogyakarta pada waktu itu, walau kekuatannya cuma 5,9 skala richter (tetapi menurut USGS, kekuatannya mencapai 6,3 skala richter), terbilang masih lebih ringan dibandingkan yang terjadi pada tahun 1937 dan 1943. Waktu kejadiannya ialah pagi hari, beberapa menit sebelum pukul 6 pagi. Korban jiwa yang ditimbulkan tidak main-main, berjumlah meraih 6.652 jiwa (total keseluruhan korban jiwa, karena gempa tersebut juga terjadi di wilayah lain di luar Yogyakarta). Sedangkan kerusakan bangunan meraih puluhan ribu. Di Kabupaten Bantul, kerusakan bangunan meraih total 71.763 bangunan.


Selain gempa yang terjadi pada tahun 2006 tersebut, Yogyakarta juga sering sekali diguncang gempa, bahkan sejak zaman VOC. Gempa yang terjadi pada tahun 1867 itu hingga merusak beberapa situs penting seperti keraton, taman sari, dan tugu Yogya.


Kemudian terjadi gempa lain pada tanggal 27 September 1937 di Yogyakarta dengan kekuatan 7 skala richter. Gempa berepisentrum di titik 8,7 LS – 110,8 BT ini merobohkan lebih dari 2.000 bangunan di Klaten, 326 rumah di Prambanan, dan merenggut 1 korban jiwa.


 


Pada tanggal 23 Juli 1943, timbul lagi gempa di Yogyakarta berkekuatan magnitude 8 skala richter. Gempa ini berpusat di epicentrum 8,6 LS – 109,9 BT. Gempa ini disebut-sebut lebih parah daripada gempa yang terjadi 6 tahun sebelumnya. Korban jiwa sebanyak 213 orang, dan 2096 orang mengalami luka berat. Sementara itu menurut catatan BMKG, sebanyak 28.000 rumah mengalami kerusakan berat.


Gempa yang terjadi pada tahun 1981 ini cuma berkekuatan 5,6 skala richter. Pada gempa kali ini tidak banyak efek yang semematikan gempa-gempa besar sebelumnya. Kerusakan bangunan hanya berbentukretakan-retakan saja.


5. Mentawai, Sumatera Barat


Pada tanggal 2 Maret 2016 kemudian pukul 19:49 WIB, sudah terjadi gempa berkekuatan 7,8 skala Richter. Lokasi sumber gempa berada di sekeliling 682 km Barat Daya dari kepulauan Mentawai, Sumantera Barat. Walau begitu, peringatan tsunami secepatnya dicabut oleh BMKG.


Telah tercatat setidaknya sudah terjadi gempa besar sebanyak 3 kali dalam rentang tahun 2007-2010 di Mentawai.


Pada tanggal 6 Maret 2007, terjadi serangkaian gempa bumi dengan magnitude antara 5,8-6,4 skala Richter yang melanda sejumlah kabupaten di provinsi Sumatera Barat. Guncangan dari gempa bumi ini terasa hingga ke negeri tetangga; Malaysia dan Singapura. Sampai keesokan harinya, jumlah korban akibat gempa ini sebanyak 52 jiwa.


2 tahun kemudian, tepatnya tanggal 30 September 2009, terjadi lagi gempa dengan kekuatan yang lebih besar yakni 7,6 skala richter sekitar 50 km arah barat laut dari kota Padang, di luar pantai Sumatera Barat. Berdasarkan data Satkorlak PB, tercatat ada 1.117 korban jiwa yang ditimbulkan oleh gempa ini, hasil total dari 3 kota dan 4 kabupaten di Sumatera Barat. Sementara itu 1.214 orang luka berat, 1.688 orang mengalami luka ringan, dan 1 orang dinyatakan hilang. Dampak bagi bangunan juga tidak kalah menghancurkan, terhitung ada 135.448 rumah rusak berat, sedangkan 65.380 rumah rusak sedang, dan 78.604 rumah mengalami kerusakan ringan.


Pada tanggal 25 Oktober 2010, terjadi lagi gempa berkekuatan 7,7 skala richter di lepas pantai Sumatera, tepatnya kepulauan Mentawai.


Menurut USGS (United States Geological Survey, gempa tersebut terjadi pukul 21:24 waktu lokal dan lokasi gempa terjadi sekitar 240 km dari sebelah Barat Bengkulu. Titik ini dekat dengan kepulauan Mentawai. Hasil final catatan USGS melaporkan kedalaman gempa sejauh 20,6 km. Tiga jam sehabis BMKG mencabut peringatan tsunami, terjadilah serangan gelombang besar setinggi 3 hingga 10 meter yang merusak 77 desa. Dilaporkan korban jiwa berjumlah sebanyak 286 orang dan 252 orang yang lain dilaporkan hilang.


Bagi Anda yang tinggal di daerah beresiko gempa di Indonesia tersebut, maka semestinya Anda mesti mempelajari cara melaksanakan mitigasi gempa bumi. Namun, Anda yang berada di daerah lain pun tidak ada salahnya untuk mempelajari hal tersebut.



Sumber ty.com

Sabtu, 26 Desember 2020

7 Kawasan Riskan Gempa Bumi Di Dunia

Terdapat beberapa kawasan yang ialah titik rawan gempa di dunia. Beberapa titik-titik gempa tersebut sudah beberapa tahun dipelajari dan dicatat oleh para ilmuwan memakai alat pencatat getaran gempa yang perlu Anda ketahui lebih lanjut adalah pemahaman seismograf. Berikut merupakan 7 kawasan riskan gempa bumi di dunia.


1. Asia (Asia Timur dan Asia Tenggara)


Wilayah cincin api. Terlihat pada gambar, bahwa seluruh kawasan Selandia Baru, Indonesia, Filipina, Jepang, West Coast Amerika Serikat, Meksiko, dan sepanjang sisi barat Chilli ialah kawasan yang rawan terjadinya guncangan dari dalam bumi.

Salah satu gempa terkuat yang pernah terjadi di Asia Tenggara yakni gempa dan tsunami Aceh pada bulan Desember tahun 2004. Gempa ini menyebabkan tsunami yang menghantam sebagian besar daerah Aceh dan merenggut banyak korban jiwa.


Rusia juga tidak luput dari serangan gempa. Pernah terjadi gempa yang berkekuatan 9 skala richter di Semenanjung Kamchatka tahun 1952, dan gempa lain yang tidak kalah besar berkekuatan 8,6 skala richter di Tibet tahun 1950. Guncangan ini bahkan terasa hingga ke Norwegia.


Kawasan Asia tengah yakni tempat yang paling sering terkena gempa di dunia. Aktivitas paling besar timbul sepanjang daerah Asia Tengah. Mulai dari pesisir pantai timur Laut Hitam, melewati Iran dan perbatasannya dengan wilayah Pakistan sepanjang pesisir selatan dari lautan Kaspia.


2. Amerika Selatan


Gempa bumi terkuat yang pernah ada ialah gempa bumi Valdivia yang terjadi pada tanggal 22 Mei 1960. Sekalipun gempa ini memiliki episentrum yang ada di dekat Canete, Chilli, tetapi daerah yang terkena efek terbesar adalah Valdivia. Pengertian episentrum merupakan gelombang yang ialah hasil perambatan dari hiposentrum, dimana pemahaman hiposentrum yakni titik sentra terjadinya gempa bumi. Gempa ini berkekuatan magnitudo 9,5 skala richter. Karena gempa bumi ini, lebih dari 2 juta orang di sana menjadi tunawisma dan korban jiwa nyaris meraih 5.000 orang. Gempa ini menjadikan tragedi tsunami besar yang menghantam daerah lain selain Chili mirip Selandia Baru, Australia, Filipina, Jepang, Kepulauan Aleut dan Alaska.


Pada tahun 2010, terjadi gempa lagi yang sangat berpengaruh, bermagnitude 8,8 skala richter mengguncang kota Conception. Peristiwa ini menjadikan 500 korban jiwa dan 800.000 orang kehilangan daerah tinggal. Gempa ini terasa sampai ibukota Chilli, Santiago dimana terjadi kerusakan serius di beberapa area. Bahkan, kawasan Peru juga turut mengalami peristiwa ini.


3. Amerika Utara


Pernah terjadi gempa andal di Alaska pada tanggal 27 Maret 1964 yang berpusat di Prince William Sound. Gempa tersebut mencapai kekuatan magnitude 9,2 skala richter.


Zona gempa bumi yang lain di tempat Amerika Utara menyebar dari BC ke Baja Mexico dimana lempengan Pasifik bergesekan dengan lempengan Amerika Utara. Jurang tengah Kalifornia, San Francisco dan beberapa daerah yang lain telah mengalami banyak insiden gempa bumi, tergolong yang berkekuatan hingga 7,7 skala richter di tahun 1906.


Di Meksiko, zona gempa yang aktif berada di sisi barat Sierras, segi selatan erat Puerta Vallarta, menuju pesisir pantai Pasifik di perbatasan Guatemala. Kebanyakan pesisir pantai barat Amerika Tengah cukup banyak terjadi kegiatan gempa bumi karena adanya tabrakan antara Lempeng Cocos dengan Lempengan Karibia. Dibandingkan dengan mereka, segi timur dari Amerika Utara cukup jauh dari gempa bumi. Andaipun ada aktivitas gempa, paling-paling ada di kawasan kecil di sekitar Sungai St. Lawrence di Kanada.


4. Eropa (kecuali kawasan bagian utara)


Wilayah Eropa, utamanya di sisi utara secara biasa bebas dari zona gempa bumi, kecuali bagi kawasan di sekeliling Islandia sisi barat yang terkenal akan acara gunung berapinya. Risiko kegiatan seismik meningkat pada tempat di selatan Turki dan beberapa bagian dari pesisir pantai Mediterania.


Aktivitas gempa bumi yang terjadi di daerah-tempat tersebut diakibatkan oleh lempeng benua Afrika yang menjorok ke atas lempengan Eurasia dibawah Laut Adriatik (laut yang memisahkan semenanjung Italia dengan semenanjung Balkan).


Gempa berkekuatan 8,7 skala richter tercatat pernah mengguncang ibukota Portugal, Lisbon di tahun 1755. Ini merupakan salah satu gempa terkuat yang tercatat. Selain itu, bab tengah wilayah Italia dan bagian barat wilayah Turki juga sering menjadi pusat gempa.


5. Afrika


Afrika merupakan daerah yang dapat dibilang lebih bebas gempa dibandingkan benua lainnya. Walaupun di kawasan erat segi timur pesisir Mediterania, khususnya Libanon sering kali terjadi acara gempa. Di sana, lempeng Arabia bertumbukan dengan lempeng Eurasia dan lempengan Afrika.


Daerah tanduk Afrika, yang terletak di timur benua Afrika itu juga ialah wilayah aktif gempa. Salah satu gempa paling besar lengan berkuasa yang tercatat pernah terjadi di Afrika terjadi pada bulan Desember 1910, berkekuatan 7,8 skala richter, mengguncang segi barat dari Tanzania.


6. Selandia Baru


Seluruh kawasan Australia mungkin mempunyai risiko gempa yang sungguh kecil bahkan hampir tidak ada. Namun Selandia Baru yang terletak di sebelahnya itu merupakan salah satu kawasan di dunia yang paling kerap diguncang oleh gempa bumi. Hal ini terjadi karena Selandia Baru terletak di tempat panas cincin api. Gempa di New Zealand yang paling kuat terjadi pada tahun 1855, tercatat gempa itu berkekuatan 8,2 skala richter. Menurut para sejarawan, gempa Wairarapa sampai mengganti bentuk lansekap tersebut, naik hingga ketinggian 20 kaki.


7. Antartika (Perbatasan Lempeng Antartika dan Lempeng Scotia)


Dibandingkan dengan enam benua lainnya, Antartika ialah daerah yang paling tidak memiliki aktifitas gempa bumi. Alasannya ialah alasannya kecilnya massa tanah yang berafiliasi dengan lempengan-lempengan benua di sekitarnya. Satu perkecualian adalah daerah di sekitar Tierra del Fuego di Amerika Selatan, dimana lempeng Antartika berjumpa dengan lempengan Scotia. Gempa bumi terhebat yang pernah terjadi di Antartika berkekuatan 8,1 skala richter, terjadi pada tahun 1998 di Pulau Balleny, selatan dari Selandia Baru.


Demikianlah klarifikasi mengenai kawasan beresiko gempa bumi di dunia. Semoga kita senantiasa dalam lindunganNya.



Sumber ty.com

4 Penyebab Terjadinya Kabut Asap Yang Perlu Diwaspadai

Diantara banyak sekali fenomena alam yang mengagumkan mirip halnya gerhana matahari atau gerhana bulan, ada pula fenomena alam yang merugikan insan. Kabut asap adalah fenomena yang dapat berbahaya bagi kesehatan insan. Kabut asap bukanlah fenomena alami karena ada campur tangan manusia di dalamnya, meskipun ada juga kabut asap yang berasal dari fenomena alam. Kabut asap dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan nama smog, merupakan adonan dari kata smoke dan fog. Bile diterjemahkan secara sederhana artinya yakni kabut asap alasannya adalah warna dan intensitasnya mirip kabut, tetapi yang dibuat dari asap kimiawi.


Kabut asap mampu dibilang selaku bentuk lain dari polusi udara. Selain berbahaya untuk insan, kabut asap yang tebal juga dapat mengusik jarak pandang, alasannya saking tebalnya kabut asap dapat menghalangi sinar matahari. Di beberapa negara seperti China mulai mengamati dilema kabut asap yang terjadi di beberapa kotanya. Juga beberapa kota dunia yang berpenduduk padat. Untuk itu Anda juga perlu tahu polusi udara penyebab dan dampak untuk menanggulanginya.


Sebenarnya, apa sajakah penyebab dari kabut asap ini? Apakah hal ini merupakan fenomena alam yang berasal dari tingkah laris insan atau berasal dari alam itu sendiri? Mari kita lihat beberapa penyebab terjadinya kabut asap.


1. Pembakaran Batu Bara


Sisa pembakaran yang disebabkan oleh pembakaran batu bara ialah salah satu penyebab utama terjadinya kabut asap. Hal ini utamanya terjadi pada era permulaan kemajuan industri, dimana  mesin serta peralatan berat lainnya dilakukan dengan memakai bahan bakar kerikil bara. Salah satu peristiwa kabut asap yang paling parah yang pernah tercatat ialah The Great Smog Of London yang terjadi pada tahun 1952. Kejadian tersebut berlangsung hanya selama 4 hari saja, dimana asap hasil pembakaran watu bara industri, ditambah dengan kondisi cuaca dikala itu (cuma sedikit angin atau hampir tanpa angin) menimbulkan kota London diselimuti kabut asap yang berbahaya.  Korban yang tercatat ialah 4 ribu orang yang meninggal, serta 6 ribu orang lainnya yang meninggal beberapa bulan setelahnya.


2. Asap Kendaraan Bermotor


Asap dari kendaraan sudah lama dimengerti menjadi penyebab terjadinya kabut asap. Asap kendaraan mengandung bahan kimia mirip hidrokarbon, karbon monoksida, nitrogen oksida, dan banyak sekali bahan mudah menguap yang lain. Ketika materi-bahan tersebut bersentuhan dengan sinar matahari, maka akan muncul reaksi kimiawi yang menggantinya menjadi kabut asap. Kabut asap yang berasal dari kendaraan bermotor sering ditemukan di beberapa negara dengan populasi kendaraan bermotor yang besar, salah satunya yaitu Indonesia. Selain Indonesia, China dan Amerika Serikat juga diketahui memiliki kabut asap yang berasal dari kendaraan bermotor.


3. Kebakaran Hutan


Kebakaran hutan dapat disebabkan suhu tinggi dari gelombang panas atau alasannya ulah manusia seperti yang sering terjadi di Indonesia dan beberapa daerah dunia. Asap dari pepohonan yang terbakar dapat membentuk kabut asap tebal, seperti yang sempat dialami Indonesia nyaris setiap tahun. Kabut asap tebal tersebut dapat bergerak cukup jauh dan tentang negara tetangga mirip Singapura dan Malaysia. Kabut asap yang terjadi dari kebakaran hutan alami cenderung lebih berbahaya karena mampu terjadi di beberapa titik sekaligus. Hutan adalah paru-paru dunia, telah sebaiknya manusia menghindari kebakaran hutan yang dilakukan secara ilegal dan merugikan makhluk hidup yang lain.


4. Gunung Meletus


Tidak hanya dari ulah insan, asap dari gunung yang sedang mengalami proses erupsi mampu juga menyebabkan kabut asap. Komposisi asap serta beberapa partikel yang ada dalam asap dari gunung meletus dapat bereaksi dengan sinar matahari dan oksigen, serta menjadi kabut asap. Contoh fenomena ini mampu disaksikan di Hawaii, dimana setiap kali gunung berapi aktif atau bukaan magma gres terbentuk menghasilkan kabut asap yang cukup tebal, yang dapat menghalangi sinar matahari, serta cukup berbahaya bagi flora, binatang, dan insan.


Demikianlah beberapa aspek penyebab kabut asap. Selain alasannya adalah langkah-langkah insan, ada juga beberapa penyebab kabut asap yang berasal dari alam. Untuk menolong menghemat kabut asap, seharusnya mengurangi aktivitas yang menggunakan kendaraan bermotor, serta jangan membuang materi yang mudah terbakar erat dengan hutan atau flora. Jangan lupa untuk senantiasa menjaga dan melestarikan lingkungan, sebab manusia mesti mendukung fungsi lingkungan hidup bagi manusia, bukan justru merusaknya. Tidak hanya insan, seluruh makhluk hidup mirip binatang dan flora pun berhak mendapatkan tempat tinggal yang tenteram.



Sumber ty.com

Senin, 07 Desember 2020

12 Penyebab Terjadinya Siklon Tropis Dan Proses Pembentukannya

siklon tropisBeberapa waktu kemudian, sebagian daerah di Pulau Jawa mengalami gangguan iklim yang disebabkan oleh adanya pergerakan angin tropis yang menjadikan adanya siklon. Angin siklon ini oleh para jago meteorologi dinamakan siklon tropis dan di beberapa daerah siklon tropis ini dinamai dengan istilah nama-nama bunga, mirip siklon dahlia dan lain sebagainya.


Menurut klarifikasi dari BMKG, siklon tropis merupakan salah satu gangguan meteorologi yang disebabkan alasannya adanya titik bertekanan rendah di lautan yang mengakibatkan adanya badai dengan kekuatan yang besar dengan kecepatan rata-rata sebesar 150 hingga 200 km per jam. Secara teknis, siklon tropis diartikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan daerah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum ± 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.


Lebih lanjut, siklon tropis mempunyai empat karakteristik dalam daur hidupnya. Hal ini dimulai dari proses pembentukan sampai memudarnya siklon tropis. Berikut ini dihidangkan empat proses pembentukan siklon tropis, yakni:



  1. Tahap Formasi


Pada tahapan pertama ini, siklon tropis ditandai dengan adanya turbulensi di lapisan atmoster. Berdasarkan pengamatan gambaran satelit cuaca, turbulensi atau gangguan udara ini ditunjukkan dengan adanya pembentukan awan-awan kumulonimbus di area konventif. Di area ini berikutnya mulai muncul ujung sirkulasi perawanan yang berbentuk spiral.



  1. Tahap Pra-Sempurna


Di tahapan kedua ini, pembentukan awan melingkar yang berupa spiral telah mulai berpengaruh atau wilayah ini sudah berupa relatif bulat. Peningkatannya ditandai dengan tekanan udara permukaan yang turun mencapai kurang dari 1000 mb secara simulan dan kecepatan angin maksimum yang meningkat yaitu sebesar ≥ 34 knot atau 63 km/jam. Kecepatan angin dengan kecepatan maksimum telah berpusat di cincin-cincin yang mengelilingi pusat sirkulasi siklon. Dan, pada tahapan ini mata siklon sudah mulai nampak terlihat.



  1. Tahap Sempurna


Pada tahapan ketiga ini, siklon tropis sudah terbentuk secara tepat dan cenderung stabil. Di bab sentra siklon, tekanan udaranya sangat sekurang-kurangnyadan di sekililing sentra siklon kecepatan angin sungguh maksimal dan berputar secara konstan. Secara perlahan, sentra sirkulasi siklonik dan area yang memiliki kecepatan angina optimal telah meluas dan menawarkan keadaan perawanan yang terorganisir dan lebih simetris. Selain itu, mata siklon sudah nampak dengan mata telanjang pada dikala siklon tropis telah semakin kuat. Siklon tropis ini ditandai dengan area dengan suhu paling hangat di tengah-tengah metode perawanan yang memiliki angin permukaan yang damai dan dikelilingi oleh dinding perawanan konvektif tebal di sekelilingnya. Tahapan sempurna ini biasanya cuma bisa bertahan selama kurang lebih 24 jam sebelum masuk ke tahap pelemahan.



  1. Tahap Pelemahan


Pada bagian terakhir siklus hidup siklon tropis ini, pusat siklon yang memiliki suhu hangat telah mulai menghilang dan tekanan udara mulai berkembangdan area dengan kecepatan angin maksimum sudah meluas dan melebar menjauh dari pusat siklon. Tahap pelemahan mampu terjadi dengan cepat jikalau siklon tropis lewat wilayah yang tidak mendukung bagi pertumbuhannya, mirip pada saat siklon tropis mulai memasuki daerah perairan dengan garis lintang yang tinggi atau berada di kawasan kutub dengan suhu paras bahari yang acuh taacuh atau masuk ke daratan. Hal ini mampu ditunjukkan dari citra satelit cuaca bahwa area konvektif pada siklon tropis sudah menyusut dan turbulensi perawanan mulai menghilang secara perlahan.


Dari empat tahapan tersebut diatas maka, proses penyebab terjadinya siklon tropis dapat di jelaskan selaku berikut ini:



  1. Terjadi di kawasan dengan iklim tropis dimana suhu udara sangat hangat dan lembap;

  2. Terjadi di daerah perairan dengan suhu muka laut (sst) yang cukup panas yaitu dengan suhu > 26˚C;

  3. Parameter Gaya Coriolis mesti lebih besar dari nilai minimum yang terdapat pada garis lintang 5˚ di bagian bumi bagia.n utara dan selatan;

  4. Adanya pergeseran angin vertikal yang lemah didalam arus troposferik yang tebal;

  5. Adanya asupan energi dari konvergensi arus udara secara terus menerus untuk pembentukan siklon tropis;

  6. Memerlukan adanya kelembaban udara pada lapisan troposfer menegah yang cukup besar;

  7. Terjadi di tempat perairan dengan kedalaman lebih dari 60 meter;

  8. Kondisi lapisan atmosfer yang tidak stabil yang memungkinkan terbentuknya awan Cumulonimbus;

  9. Lapisan atmosfer yang relatif lembab dengan ketinggian sekitar 5 km di atas permukaan bahari;

  10. Lokasi pembentukan siklon tropis haruslah berada pada jarak setidaknya sekitar 500 km dari garis khatulistiwa;

  11. Terjadinya turbulensi atau gangguan di lapisan atmosfer yang bersahabat dengan permukaan bumi adalah berupa angin yang berpusar dan disertai dengan sirkulasi angin;

  12. Perubahan keadaan angin kepada ketinggian yang tidak terlampau besar karena pergantian keadaan angin yang besar akan mengakibatkan pembentukan siklon tropis yang tidak tepat.


Selain karena-alasannya adalah tersebut di atas, siklon tropis yang terjadi akhir-akhir ini disinyalir memiliki kaitan yang besar lengan berkuasa dengan pemanasan global atau global warming yang menimbulkan kenaikan suhu permukaan bumi cukup umur ini dan mencairnya lapisan es di kawasan kutub. Selain itu, berkurangnya lapisan ozon juga menjadi pemicu kian seringnya muncul siklon-siklon yang lain di beberapa bagian bumi. Hal  ini mirip yang diungkapkan oleh Anthes et al (2006) menurut pengamatan mereka selesai-tamat ini yang menyatakan adanya kenaikan intensitas siklon tropis akhir adanya pemanasan global.


Lebih lanjut, Knutson dan Tuleya (2004) mengungkapkan bahwa adanya kenaikan intensitas siklon terjadi alasannya dua komponen iklim adalah kecepatan angin dan curah hujan yang sangat akrab berhubungan dengan jumlah, lintasan, dan intensitas siklon tropis. Perubahan suhu tampang laut yang berada di empat daerah lautan yang menjadi pusat terjadinya siklon tropis, ialah Samudera Pasifik Barat Laut, Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik Timur Laut, dan Samudera Hindia, mempunyai suhu yang sangat beragam, sekitar 0,8 °C hingga hingga 2,4°C. Adanya kombinasi pergantian suhu paras maritim di ke-empat daerah samudera ini menghasilkan peningkatan rata-rata sebesar 6% terhadap kecepatan angin maksimum dalam sistem siklon tropis.


Demikianlah penjelasan tentang penyebab terjadinya siklon tropis agar berfaedah dan mampu menjadi pola dalam menghalangi atau mewaspadai terjadinya siklon tropis.



Sumber ty.com

Minggu, 06 Desember 2020

Gempa Palu : Penyebab – Pengaruh – Kerugian – Penanggulangannya

gempa donggalaSekarang ini Indonesia sedang dilanda kesedihan, dimana dalam 6 bulan berturut-turut sudah terjadi petaka yang cukup mengguncang beberapa daerah di Indonesia. Selain itu dampak dan peristiwa yang terjadi bukanlah jenis ringan yang mampu cepat pulih dan tidak mengkonsumsi korban. Pertama gempa dan musibah terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Selain menyebabkan kerugian, gempa Lombok juga menjadikan banyaknya masyarakat yang harus kehilangan keluarganya.


Tidak usang berselang kembali peristiwa petaka yang berada di Timur Indonesia yaitu Donggala dan Palu Sulawesi Tengah yang terjadi pada 28 September – 2 Oktober 2018. Dengan pada range magnitude terkecil 5 dan paling besar 7 Skala Richter). Berikut ini ulasan lengkap terkait Gempa dan Tsunami yang terjadi di Palu.


Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala nyatanya terjadi balasan fenomena tertentu dan berlainan dengan Gempa Lombok. Anda pasti tahu bahwa Indonesia terdiri dari aneka macam jenis tanah, area, lahan, dan juga iklim serta cuaca. Maka fenomena atau petaka yang terjadi menjadi masuk akal dan berbeda.


Untuk penyebab Gempa Palu, ada argumentasi mengapa terjadi pergerakan tanah dan berlangsung bukan hanya sekali namun hingga berhari-hari dengan skala berlawanan :



  1. Gempa Palu terjadi akibat area Palu dan Donggala yang berada di antara tiga area lempengan tektonik. Jelas secara ilmu Geografi terletak di area tersebut maka akan sering mengalami pergeseran dan pergerakan tanah, utamanya Palu yang menjadi persimpangan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

  2. Menurut riset Hamilton, terdapat 3 patahan yang bisa jadi penyebab gempa dimana patahan tersebut disebut Patahan Palukoro, Patahan Saddang dan juga Palung. Patahan ini bersifat vertikal dan adanya di area Utara, sedangkan patahan horizontal terletak di area Barat dengan kecepatan lebih besar dibandingkan area Sumatera yaitu 14-17 mm per tahun.

  3. Patahan Palukoro ialah patahan yang hendak senantiasa aktif, dan juga tidak pernah tidur sampai ketika ini. Permasalahannya patahan ini akan selalu bergeser dan tidak diketahui kapan akan menjadikan geseran kecil ataupun besar.

  4. Terakhir alasannya adanya Likuifaksi atau pencairan tanah. Likuifaksi merupakan kejadian dimana air masuk kedalam kontur tanah area tersebut dan bersatu menjadi lumpur atau tekstur menjadi cair. Sehingga tanah dan kontur bergeser dan karenanya menimbulkan longsor hingga Tsunami. Palu dan Donggala mempunyai tanah bersifat pasir dan memudahkan air masuk dan menimbulkan Likuifaksi. Hal ini yang menyebabkan Palu dan Donggala mengalami gempa sekaligus bencana tsunami.


Dampak yang paling terlihat atau terasa tentu saja area yang berantakan alasannya adalah perubahan aktif dan juga likuifaksi yang terjadi secara serentak. Sampai ketika ini imbas yang hendak dirasakan tentu saja kerugian material dan kehilangan anggota keluarga yang mampu menyisakan syok atau panik bagi masyarakat Palu dan Donggala. Selain itu, dampak dari bergesernya lempengan mengaktifkan beberapa gunung merapi yang ada bukan hanya di Sulawesi saja bahkan beberapa daerah lainnya. Hal ini masih diwaspadai oleh BMKG.


Selain itu kerugian serta efek yang akan dinikmati masyarakat ialah “recovery” atau kembali menjadi seperti sedia masa. Setelah mengetahui bahwa area Palu dan Donggala ialah area yang telah berkali-kali terkena gempa dan Tsunami pada bertahun-tahun kemudian menjelaskan bahwa area tersebut memang tidak bisa ditempati dan cuma mampu ditanam hutan untuk mengikat tekstur tanah supaya tidak bergeser.


Terakhir yang harus diamati yakni penanganan atau cara menanggulangi gempa bumi dan Tsunami. Ada beberapa tahapan yang diberikan oleh pemerintah dan tunjangan para relawan untuk mampu menanggulangi gempa dan tsunami ini.



  1. Menyiapkan daerah untuk mengungsi


Semua rumah dan barang yang dimiliki oleh korban terperinci sudah habis, bahkan anggota keluarga mereka ada yang mesti meninggalkan mereka atau bahkan hilang. Penanggulangan pertama pasti mempersiapkan tempat untuk pengungsian yang kondusif dan jauh dari lokasi. Terutama untuk gempa Palu dan Donggala yang masih beresiko kembali terjadi, maka mesti cepat mengungsi.



  1. Menyalurkan Bantuan


Selanjutnya adalah menyalurkan dukungan untuk bertahan hidup. Jika anda membaca berita mungkin anda tahu bahwa pernah terjadi penjarahan toko karena kelemahan bahan makanan di Palu dan Donggala. Sebenarnya hal tersebut masuk akal sebagai bentuk pertahanan diri terutama yang memiliki bayi atau anak kecil. Nah buat anda yang ingin menyalurkan pertolongan telah banyak relawan yang memperlihatkan jasa mereka.



  1. Memberikan informasi terkini


Informasi sangatlah diharapkan, bukan hanya korban saja namun seluruh warga Indonesia. Dalam hal ini media sangatlah penting peranannya alasannya adalah dapat membantu menyiarkan isu terkini akan keadaan dari Palu dan Donggala. Sehingga keluarga yang ada di luar Sulteng mampu mengetahui info dari mereka.



  1. Trauma healing dan pembangunan


Terakhir penanggulangan yang mampu dikerjakan ialah trauma healing dan pembangunan. Gempa Palu dan Donggala merupakan fenomena yang terjadi tetapi bukan alasannya adalah sikap atau karena manusia. Mau tidak mau, manusia hanya bisa kembali hidup normal tentu didampingi dengan konsultasi supaya stress berat sedikit demi sedikit mampu hilang, utamanya pada bawah umur.


Demikian beberapa klarifikasi mengenai tsunami dan gempa yang terjadi di Donggala, Palu. Semoga para korban diberi kekuatan dan selalu bersabar atas kejadian ini.



Sumber ty.com